Jumat, 28 Desember 2012

INSTALASI AIR DALAM GEDUNG / PLUMBING


semangat pagi ,kali ini saya akan cerita sedikit tentang insatalasi dan distribusi air dalam sebuah gedung .


System  Operasional Plumbing Dalam Sebuah Gedung  

 Air Bersih

1.             Sumber Air dari Valve di meter PDAM langsung mengalir ke GWT.  Sebagai Pengaman air penuh dan kurang digunakan floater valve (katup-katup pelampung).

2.             Sumber air dari Deep Well  untuk mengisi ke RWT (Raw Water Tank). Pengaman air penuh dan kurang menggunakan WLC. Pompa beroperasi secara otomatis jika air kurang 40% dari volume RWT dan akan berhenti setelah  air penuh.


3.             Air dari RWT dipompa melalui media filter (sand filter dan carbon filter) , pompa berjalan otomatis dengan dikendalikan oleh WLC jika volume GWT berkurang 40% dan berhenti jika sudah penuh.

4.             Pompa transfer yang menuju ke Roof Tank Tower  masing-masing terdiri dari 2 unit dan berjalan bergantian dengan pengaturan menggunakan relay untuk mengisi Roof Tank  masing masing tower, apa bila posisi saklar pada posisi outo.


5.             Pompa beroperasi secara otomatis dengan dikendalikan oleh WLC,jika volume Roof tank berkurang 40% pompa akan beroperasi secara otomatis dan berhenti jika Roof tank sudah penuh.

6.             Dari Roof tank air  didistribusikan ke Hunian (Apartemen,Rumah,Gedeng )
 .Untuk menurunkan tekanan gravitasi digunakan PRV .

7.             Untuk Lantai Tertinggi dan 5 lantai di bawahnya air bersih dengan Booster Pump yang berada di lantai atap ( roof ).Booster Pump beroperasi secara otomatis pada tekanan :ON pada 3 kg/cm2 dan OFF pada 3,5 kg/cm2.atau diset sesuai kebutuhan gedun tersebut .








 
3.Peralatan
Pompa transfer
–- Peralatan pada pompa transfer meliputi: strainer, chek valve, flexsibel join, pressure       gauge,  non water hammer return valve dll.
–- Panel pompa.
–- Pompa biasanya type : End Suction Centrifugal
–- Pompa menyatu dengan motor nya.
–- Kapasitqas dan daya motor tergantung kebutuhan
 
Filter carbon dan filter sand
–- Filter sand yang di gunakan adalah silika.
–- Filter carbon yang di gunakan adalah granular carbon aktif.
–- Pressure gauge.
–- Valve untuk mengatur aliran air.
–- Apabila perbedaan tekanan air sudah lebih dari satu bar maka filter perlu kita BACK WASH. Back wash di lakukan dengan memindah arah aliran sehingga filter bisa menjadi bersih.

Booster pump
lPompa yang di gunakan adalah sentrifugal dengan motor yang menyatu.
lTangki tekanan.
lInlet dan outlet headers.
lPressure switch dll.
 
ROOF TANK
–Terbuat dari bahan fiberglass reinforced.
–Dilengkapi dengan overflow.
–Pengaman air mengunakan WLC yang dapat mendeteksi ketinggian air di dalam tanki.
–Terdiri dari dua bilik sehingga kita bisa bersihkan secara bergantian.
–Perlu cleaning 6 bulan sekali.

PRV
PRV Adalah valve yang berguna untuk mengatur tekanan pada pipa sehingga tekanan pada unit yang kita ingin kan dapat sebesar keinginan kita. Alat ini dilengkapi dengan bypass valve, strainer, gate valve, pressure guage, dan PRV itu sendiri. 
lStandart air kita adalah air bersih maka setiap tiga bulan sekali kita harus mengadakan pengecekan ke laboratorium untuk memastikan air kita tidak mengandung BAKTERI COLLIFORM.




  
AIR KOTOR

- Sistem air kotor berasal dari buangan kloset di hunian .
§- Dari lantai Tertinggi sampai lantai terbawah  air kotor melewati pipa tegak yang berada pada shaft air kemudian melewati pipa penampung yang menuju ke Sampit Hingga ke STP.Pada setiap SAMPIT di pasang 2 buah pompa submersible yang beroperasi secara otomatis .

AIR BEKAS
§Air bekas adalah air buangan yang berasal dari floor drain dan wastafel.
§Air bekas dari lantai tertinggi ke lantai terbawah  di alirkan lewat pipa tegak di shaft air kemudian lewat pipa penampung di lantai terbawah kemudian  di buang menuju saluran kota.atau di tamping dulu dalam bak SAMPIT dan kemudia di treatment didalam ruang STP.(TERGANTUNG DESAIN DAN INSTALASI GEDUNG )
§Untuk buangan mushola dan selokan di basement akan di tampung di sump-pit, kemudian akan di pompa ke saluran kota. 

AIR BUANGAN DAPUR
§Air buangan dapur berasal dari buangan kitchen zink, air ini di pisahkan karena mengandung lemak.
§Air yang keluar dari masing masing hunian akan dilewatkan pipa vertikal yang berada di shaft mesin dan terus mengalir melalui greas trap yang ada di STP kemudian akan bercampur di STP.
§Perawatan pipa ini perlu di lakukan lebih baik agar tidak mampet.
AIR HUJAN
§Air hujan berasal dari atap bangunan dan juga dari balkon masing masing unit.
§Air akan melewati pipa vertikal yang berada di kolom teras balkon hunian lalu ke basement 2 dan melewati chek valve.( chek valve berfungsi untuk mencegah terjadi nya back flow  dari saluran kota ) .
§Dari chek valve air akan menuju ke saluran kota lewat sumur resapan.

SUMP - PIT
n- Sump pit terletak di basement / lantai paling bawah di sebuah gedung  
n- Sump pit adalah pengumpul buangan air bekas yang berada di basement ,
n- Sumpit terdiri dari 2 pompa summersible dan berjalan secara outomatis dengan indikasi dari katup pelampung.
n- Pompa akan berjalan secara bergantian.
n- Dilengkapi dengan alarm guna mengetahui sistem berjalan apa tidak.
n

VENTING SISTEM

Sistem Venting
n- Sistem Venting dipasang pada sistem air kotor, air bekas dan air buangan dapur melalui pipa riser langsung dibuang ke udara bebas di lantai paling atas/roof.
n- Sistem venting dipasang pada pemipaan closet, wastafel, kitchen sink dan floor drain.
- Fungsi dari venting adalah untuk membuang udara yang terjebak dalam pipa .
CLEAN OUT
n- CO di pasang agar kita dapat mengerjakan perbaikan apa bila ada gangguan pada sistem saluran kita.
n- Pemasangan CO pada pipa horisontal sebaik nya pada jarak 12 meter sehingga memudah kan kita untuk perawatan sistem.
n- Di lantai kamar mandi biasanya ada juga CO yang di pasang untuk saluran air kotor dan air bekas. 

PERMASALAHAN YANG TERJADI
l- Air di rooftank yang kosong sehingga air di unit tidak mengalir.
¡- Chek level air di Ground tank.
¡ - Chek kelistrikan panel dan pompa Kalau ada masalah perbaiki.
¡- Setelah kondisi terisi chek WLC, apa berfungsi dengan benar apa tidak.
¡- Logsheet harus di jalan kan sehingga kita dapat mengetaui level air rooftank. 
lKebocoran pada unit
¡- Matikan suplay unit.
¡- Perbaiki kerusakan
lMeter air tidak jalan ( mampet )
¡- Matikan valve riser 2”
¡- Perbaiki dan bersihkan meter air.
lKebocoran pada pipa riser 4”
¡- Matikan valve utama di roof tank
¡- Perbaikan suply utama.
¡Untuk pengisian awal valve venting agar di buka besar sehingga udara yang terjebak dapat keluar
l- Booster pump tidak jalan
¡- Cek elektri sistem
¡- Periksa pompa
¡ - Cek posisi valve 
lPipa ABD mampet
¡- Kita rigit pada kitchen sink.
¡- Cleaning pipa lewat CO dengan di rojok
¡- Perlu pemberian chemical periodik
¡- Chek elbow yang ada pada pipa horisontal karena dengan banyak nya elbow akan memungkinkan mampet.
l FD kamar mandi mampet
¡- Bersihkan FD dengan menggunakan “KOP”
¡- Chek V trap lantai bawah nya
¡- Chek elbow 45 pada riser vertikal yang berhubungan dengan pipa horisontal. 
lMampet pada riser air hujan
¡- Cleaning chek valve yang menuju sumur resapan yang ada di area basement.
lMampet pada closet.
¡- Angkat closet yang ada.
¡- Cleaning lewat CO yang ada di kamar mandi,
lPompa sum-pit tidak mau beroperasi
¡- Chek panel dan instalasi
¡- Chek strainer yang ada.
¡- Chek footvalve dan chek valve
¡- Chek impeler pompa.
¡Suara pompa keras dan getaran tinggi
l- Chek kopling pompa
l- Chek baut baut dudukan pompa dan kopling
l- Chek leveling kopling antara pompa dan motor.
l- Chek bearing pompa.

Sahabat yang tetap semangat ,sedikit informasi ini mudah mudahan dapat membantu.
SELAMAT BERAKTIFITAS DAN TETAP SEMANGAT,

8 komentar:

  1. Makasih infonya mantap
    salam kenal
    http://jasapasangpipa.blogspot.com

    BalasHapus
  2. bagaimana,jika terjadi kebocoran pada PRV, dan Ingin Di Refair sedangkan SIstem saluran Harus Tetap Beroperasi.tolong sarannya karna saya masih awam.

    BalasHapus
  3. Cara setting PRV (water pressure reducing valve) untuk regulator pertama adalah jika baut regulator di putar searah jarum jam maka tekanan air yang keluar dari water pressure reducing valve (outlet) akan meningkat. Sebaliknya, jika di putar berlawanan arah jarum jam maka tekanan air yang keluar semakin rendah (mendekati nol kg/cm2 alias mati). Sedangkan untuk regulator yang kedua adalah sama dengan cara setting regulator pertama.
    Yang membedakan antara regulator pertama dan kedua dalam cara setting PRV untuk air bersih gedung bertingkat tinggi adalah pada regulator pertama kita hanya mengacu pada berapa tekanan maksimum yang kita inginkan (seperti yang telah di jelaskan pada catatan saya tentang water pressure reducing valve). Sedangkan untuk regulator ke dua kita mengacu pada berapa tekanan air minimum yang kita inginkan. Idealnya pengaturan minimum outlet PRV induk gedung bertingkat tinggi adalah 1.5 - 2kg/cm2 sehingga tidak ada kekurangan supply air pada lantai yang tepat berada di bawah PRV saat pemakaian banyak.
    ( source dian mloto blogspot )

    BalasHapus
  4. @Muamar lubis...tutup aja valve in ke prv dan out prv. Buka baypaas...anda bisa repair...Sistem saluran tetap jalan...

    BalasHapus