semangat pagi ,kali ini saya akan cerita sedikit tentang insatalasi dan distribusi air dalam sebuah gedung .
System Operasional Plumbing
Dalam Sebuah Gedung
Air Bersih
1.
Sumber Air dari Valve di meter PDAM langsung mengalir ke
GWT. Sebagai Pengaman air penuh dan kurang digunakan floater valve
(katup-katup pelampung).
2.
Sumber air dari Deep Well untuk mengisi ke RWT (Raw Water Tank). Pengaman air penuh dan kurang menggunakan WLC. Pompa
beroperasi secara otomatis jika air kurang 40% dari volume RWT dan akan
berhenti setelah air penuh.
3.
Air dari RWT dipompa melalui media filter (sand filter
dan carbon filter) , pompa berjalan otomatis dengan dikendalikan oleh WLC jika
volume GWT berkurang 40% dan berhenti jika sudah penuh.
4.
Pompa transfer yang menuju ke Roof Tank Tower
masing-masing terdiri dari 2 unit dan
berjalan bergantian dengan pengaturan menggunakan relay untuk mengisi Roof Tank masing masing tower, apa bila
posisi saklar pada posisi outo.
5.
Pompa beroperasi secara otomatis dengan dikendalikan oleh
WLC,jika volume Roof tank berkurang 40% pompa akan beroperasi secara otomatis
dan berhenti jika Roof tank sudah penuh.
6.
Dari Roof tank air didistribusikan ke Hunian (Apartemen,Rumah,Gedeng )
.Untuk menurunkan tekanan gravitasi digunakan PRV .
7.
Untuk Lantai Tertinggi
dan 5 lantai di bawahnya air bersih dengan Booster Pump yang berada di lantai atap ( roof ).Booster Pump beroperasi secara otomatis pada tekanan :ON
pada 3 kg/cm2 dan OFF pada 3,5 kg/cm2.atau
diset sesuai kebutuhan gedun tersebut .
3.Peralatan
Pompa
transfer
–- Peralatan pada pompa
transfer meliputi: strainer, chek valve, flexsibel join,
pressure gauge, non water hammer
return valve dll.
–- Panel pompa.
–- Pompa biasanya type :
End Suction Centrifugal
–- Pompa menyatu dengan
motor nya.
–- Kapasitqas dan daya
motor tergantung kebutuhan
Filter carbon dan
filter sand
–- Filter sand yang di
gunakan adalah silika.
–- Filter carbon yang di
gunakan adalah granular carbon aktif.
–- Pressure gauge.
–- Valve untuk mengatur
aliran air.
–- Apabila perbedaan
tekanan air sudah lebih dari satu bar maka filter perlu kita BACK WASH. Back
wash di lakukan dengan memindah arah aliran sehingga filter bisa menjadi
bersih.
Booster pump
lPompa yang di gunakan adalah sentrifugal dengan
motor yang menyatu.
lTangki tekanan.
lInlet dan outlet headers.
lPressure switch dll.
ROOF TANK
–Terbuat dari bahan
fiberglass reinforced.
–Dilengkapi dengan
overflow.
–Pengaman air mengunakan
WLC yang dapat mendeteksi ketinggian air di dalam tanki.
–Terdiri dari dua bilik
sehingga kita bisa bersihkan secara bergantian.
–Perlu cleaning 6 bulan
sekali.
PRV
PRV Adalah valve yang
berguna untuk mengatur tekanan pada pipa sehingga tekanan pada unit yang kita
ingin kan dapat sebesar keinginan kita. Alat ini dilengkapi dengan bypass
valve, strainer, gate valve, pressure guage, dan PRV itu sendiri.
lStandart air kita adalah air bersih maka setiap
tiga bulan sekali kita harus mengadakan pengecekan ke laboratorium untuk
memastikan air kita tidak mengandung BAKTERI COLLIFORM.
AIR KOTOR
- Sistem air kotor
berasal dari buangan kloset di hunian .
§- Dari lantai Tertinggi sampai lantai terbawah air kotor melewati pipa tegak yang berada pada
shaft air kemudian melewati pipa penampung yang menuju ke Sampit Hingga ke STP.Pada
setiap SAMPIT di pasang 2 buah pompa submersible yang beroperasi secara
otomatis .
AIR BEKAS
§Air bekas adalah air buangan yang berasal dari
floor drain dan wastafel.
§Air bekas dari lantai tertinggi ke lantai terbawah
di alirkan lewat pipa tegak di shaft air
kemudian lewat pipa penampung di lantai terbawah kemudian di buang menuju saluran kota.atau di tamping dulu
dalam bak SAMPIT dan kemudia di treatment didalam ruang STP.(TERGANTUNG DESAIN
DAN INSTALASI GEDUNG )
§Untuk buangan mushola dan selokan di basement
akan di tampung di sump-pit, kemudian akan di pompa ke saluran kota.
AIR BUANGAN DAPUR
§Air buangan dapur berasal dari buangan kitchen
zink, air ini di pisahkan karena mengandung lemak.
§Air yang keluar dari masing masing hunian akan dilewatkan
pipa vertikal yang berada di shaft mesin dan terus mengalir melalui greas trap
yang ada di STP kemudian akan bercampur di STP.
§Perawatan pipa ini perlu di lakukan lebih baik
agar tidak mampet.
AIR HUJAN
§Air hujan berasal dari atap bangunan dan juga
dari balkon masing masing unit.
§Air akan melewati pipa vertikal yang berada di
kolom teras balkon hunian lalu ke basement 2 dan melewati chek valve.( chek
valve berfungsi untuk mencegah terjadi nya back flow dari saluran kota )
.
§Dari chek valve air akan menuju ke saluran kota
lewat sumur resapan.
SUMP - PIT
n- Sump pit terletak di basement / lantai paling
bawah di sebuah gedung
n- Sump pit adalah pengumpul buangan air bekas
yang berada di basement ,
n- Sumpit terdiri dari 2 pompa summersible dan
berjalan secara outomatis dengan indikasi dari katup pelampung.
n- Pompa akan berjalan secara bergantian.
n- Dilengkapi dengan alarm guna mengetahui sistem
berjalan apa tidak.
n
VENTING SISTEM
Sistem
Venting
n-
Sistem Venting dipasang pada sistem air kotor, air bekas dan air buangan dapur
melalui pipa riser langsung dibuang ke udara bebas di lantai paling atas/roof.
n-
Sistem venting dipasang pada pemipaan closet, wastafel, kitchen sink dan floor
drain.
- Fungsi dari venting
adalah untuk membuang udara yang terjebak dalam pipa .
CLEAN OUT
n- CO di pasang agar kita dapat mengerjakan
perbaikan apa bila ada gangguan pada sistem saluran kita.
n- Pemasangan CO pada pipa horisontal sebaik nya
pada jarak 12 meter sehingga memudah kan kita untuk perawatan sistem.
n- Di lantai kamar mandi biasanya ada juga CO
yang di pasang untuk saluran air kotor dan air bekas.
PERMASALAHAN YANG TERJADI
l- Air di rooftank yang kosong sehingga air di
unit tidak mengalir.
¡- Chek level air di Ground tank.
¡ - Chek kelistrikan panel dan pompa Kalau ada
masalah perbaiki.
¡- Setelah kondisi terisi chek WLC, apa berfungsi
dengan benar apa tidak.
¡- Logsheet harus di jalan kan sehingga kita
dapat mengetaui level air rooftank.
lKebocoran pada unit
¡- Matikan suplay unit.
¡- Perbaiki kerusakan
lMeter air tidak jalan ( mampet )
¡- Matikan valve riser 2”
¡- Perbaiki dan bersihkan meter air.
lKebocoran pada pipa riser 4”
¡- Matikan valve utama di roof tank
¡- Perbaikan suply utama.
¡Untuk pengisian awal valve venting agar di buka
besar sehingga udara yang terjebak dapat keluar
l- Booster pump tidak jalan
¡- Cek elektri sistem
¡- Periksa pompa
¡ - Cek posisi valve
lPipa ABD mampet
¡- Kita rigit pada kitchen sink.
¡- Cleaning pipa lewat CO dengan di rojok
¡- Perlu pemberian chemical periodik
¡- Chek elbow yang ada pada pipa horisontal
karena dengan banyak nya elbow akan memungkinkan mampet.
l FD kamar mandi mampet
¡- Bersihkan FD dengan menggunakan “KOP”
¡- Chek V trap lantai bawah nya
¡- Chek elbow 45 pada riser vertikal yang
berhubungan dengan pipa horisontal.
lMampet pada riser air hujan
¡- Cleaning chek valve yang menuju sumur resapan
yang ada di area basement.
lMampet pada closet.
¡- Angkat closet yang ada.
¡- Cleaning lewat CO yang ada di kamar mandi,
lPompa sum-pit tidak mau beroperasi
¡- Chek panel dan instalasi
¡- Chek strainer yang ada.
¡- Chek footvalve dan chek valve
¡- Chek impeler pompa.
¡Suara pompa keras dan getaran tinggi
l- Chek kopling pompa
l- Chek baut baut dudukan pompa dan kopling
l- Chek leveling kopling antara pompa dan motor.
l- Chek bearing pompa.
Sahabat yang tetap semangat ,sedikit informasi ini mudah mudahan dapat membantu.
SELAMAT BERAKTIFITAS DAN TETAP SEMANGAT,
Makasih infonya mantap
BalasHapussalam kenal
http://jasapasangpipa.blogspot.com
recomend
BalasHapusgood
BalasHapusbagaimana,jika terjadi kebocoran pada PRV, dan Ingin Di Refair sedangkan SIstem saluran Harus Tetap Beroperasi.tolong sarannya karna saya masih awam.
BalasHapusCara setting PRV (water pressure reducing valve) untuk regulator pertama adalah jika baut regulator di putar searah jarum jam maka tekanan air yang keluar dari water pressure reducing valve (outlet) akan meningkat. Sebaliknya, jika di putar berlawanan arah jarum jam maka tekanan air yang keluar semakin rendah (mendekati nol kg/cm2 alias mati). Sedangkan untuk regulator yang kedua adalah sama dengan cara setting regulator pertama.
BalasHapusYang membedakan antara regulator pertama dan kedua dalam cara setting PRV untuk air bersih gedung bertingkat tinggi adalah pada regulator pertama kita hanya mengacu pada berapa tekanan maksimum yang kita inginkan (seperti yang telah di jelaskan pada catatan saya tentang water pressure reducing valve). Sedangkan untuk regulator ke dua kita mengacu pada berapa tekanan air minimum yang kita inginkan. Idealnya pengaturan minimum outlet PRV induk gedung bertingkat tinggi adalah 1.5 - 2kg/cm2 sehingga tidak ada kekurangan supply air pada lantai yang tepat berada di bawah PRV saat pemakaian banyak.
( source dian mloto blogspot )
@Muamar lubis...tutup aja valve in ke prv dan out prv. Buka baypaas...anda bisa repair...Sistem saluran tetap jalan...
BalasHapusBenar seperti ini juga bisa
HapusBenar seperti ini juga bisa
Hapus